Sabtu, 05 Januari 2013

Negri Dongeng

 

Pukul 05:30.

Suatu pagi di taman berri.

Sinar mentari mulai mingintipku melalui celah-celah jendela kamarku, harumnya choklat cair hangat bertaburkan kacang almond dan di temani roti jahe buatan bibik Wortelin, yang telah membuat imaginasiku terbang.

Suatu pagi yang tak mungkin kudapatkan di dunia nyata.

Suara paman Lobak yang sedang bercengkrama bersama para penghuni negri dongeng yang lainnya.

Aku tak akan pernah mau membuka mataku ini, karena yang akan ku temui adalah dunia nyata, dunia yang tak mungkin bisa sedamai negri dongengku.

Kulihat paman lobak masuk ke rumah lolipop dan duduk bersama bibik Wortelin untuk menikmati secangkir choklat cair hangat dan roti jahe kesukaan mereka.

Haaaaiiiiiiii Tuan Lobak !

Suara Tuan Jamur yang lantang dan gagah.

dan paman Lobak pun keluar.

ada apa Tuan Jamur bersuara lantang ? 

Serahkan kantung berrimu ke padaku, kalu tidak kau harus pergi dari Negri Dongeng ini, dan kembali ke dunia nyata, kelak kau dan istrimu akan menjadi santapan para manusia.

Kulihat wajah paman Lobak yang bingung dan ketakutan.

Keringat dingin mengucur deras di tubuhnya, sambil berkata.

"Maaa  maaa maafkan saya tuan jamur".

Untuk saat ini kami tidak memiliki sekantung berripun.

Ku lihat bibik Wortelin duduk dengan gelisah dan sambil sesekali menengok ke luar di tempat suaminya berdiri bersama Tuan Jamur.

Tuan Jamur sangat marah.

Apaaa !, aku tidak mau mendengar apapun alasan dari kamu Tuan Lobak, aku minta jam 8 nanti kau harus sudah memberikan 10 katung berri ke padaku.

dan tuan jamur pun pergi.

 Paman Lobak dan bibik Wortelin bergegas pergi menuju taman berri,, dan berharap masih ada sisa buah berri yang bisa mereka petik di pagi ini.

 

 

  Kira-kira masih adakah buah berri untuk mereka petik ?.

Ayoooo, mainkan imaginasimu teman, kau bisa menbuat ending sesuai khayalan kalian.


2 komentar: